Pojok DAPODIK

Pojok DAPODIKMEN

Opini

Sudahkah Kita Menjadi Orang Tua yang Bertanggung Jawab?

Sudahkah Kita Menjadi Orang Tua yang Bertanggung Jawab?

Oleh: Milsa Rusiati, S.Pd.I

Setiap orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik bagi setiap buah hatinya. Berbagai macam cara dan usaha dilakukan orang tua agar anak-anak mereka menjadi sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Tetapi, sudahkah kita menjadi orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya? Bukan saja bertanggung jawab di dunia tetapi juga bertanggung jawab di akherat. Sebagai muslim, sudah sewajarnya kita menginginkan anak yang shaleh maupun shalehah, sebab anak yang shaleh-shalehah merupakan harta yang tak ternilai bagi orang tua. Sebagai orang tua kita wajib membekali anak-anak kita bukan hanya dengan ilmu yang membuat mereka semat di dunia tetapi juga harus dengan ilmu yang membuat anak-anak kita selamat di akherat. Tanggung jawab pengasuhan anak dalam rumah tangga tidak hanya terfokos pada seorang ibu, tetapi seorang ayah juga mempunyai peranan yang sama dengan seorang ibu. Seorang ayah dan ibu harus bekerjasama agar dapat mewujudkan hal-hal tersebut. Bukan hanya seorang ibu yang beretanggung jawab mengurus anak-anaknya di rumah, tetapi seorang ayah juga memiliki perananyang urgen. Bahkan peranan ayah dirasa lebih utama dan penting dalam pembentukan mental dan karakter anak. Semenjak di awal kelahiran sang buah hati, seorang ayah sudah memegang peranan yang sangat penting. Ayahlah orang yang pertama yang mengajarkan anaknya tentang ilmu ketuhanan, tentang keimanan dengan cara mengazankannya. Ayah pula yang berkewajiban memberikan nafkah yang halal kepada anak-anaknya. Jika perhatian dan kepedulian ayah kurang, anak dapat mengalami Father Hunger, yaitu kerusakan psikologis anak-anak yang tidak mengenal ayahnya. Akibatnya, anak mengalami berbagai macam dampak negatif, dari segi sikap sampai pemikiran. Seorang ayah berkewajiban menjaga dan memelihara keluarganya dari segala aspek, khususnya dari segi aspek keimanan. Sebagaimana yang tertera dalam surah At Tahrim ayat 6 yang artinya:

 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnyaadalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”, Q.S. A-Tahrim/66: 6

Surah At Tahrim Ayat keenam diatas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula di rumah. Ayat di atas walau secara redaksional tertuju kepada kaum pria (ayah), tetapi itu bukan berarti hanya tertuju kepada mereka. Ayat ini tertuju kepada perempuan dan lelaki (ibu dan ayah). Ini berarti kedua orangtua bertanggung jawab terhadap anak-anak.

Dalam sebuah hadist nabi dijelaskan peran penting seorang ayah yang bertugas sebagai pemimpin di dalam keluarganya. Menurut Shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (pemimpin negara) adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarga nya dan ia akan ditanya tentang mereka. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap rumah suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701 dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma).http://salamdakwah.com/baca-hadist/wahai-kaumku-didiklah-anak-kalian.html. (15/03/2016)

 

Dari hadits diatas sudah jelas, kita sebagai orang tua bertanggung jawab penuh terhadap anak-anaknya agar menjadi anak-anak generasi penerus yang shaleh dan shalehah. Janganlah kita merasa lelah dan letih untuk mendidik anak-anak kita, karena semua yang kita lakukan merupakan  nilai ibadah yang tak ternilai harganya. Salah satu cara untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang shaleh-shalehah adalah dengan cara mengenalkan dan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak sedari dini. Al-Qur’an merupakan contoh dan bahan yang konkret yang dapat dikembangkan didalam kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman bagi kita khususnya umat muslim. Di dalam hadis yang lain Rasulullah Saw Juga menjelaskan betapa pentingnya bagi kita untuk mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anak. Sabda rasulullah yang artinya”Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca al-quran karena orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan- Nya; mereka beserta para nabiNya dan orang-orang suci”. (HR ath Thabrani).

Lantas kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan dan mengajar Al Qur’an kepada anak? Selayaknya, kita sebagai orang tua sudah mulai mengenalkan al Qur’an dimulai dari awal kehamilan. Pada masa awal kehamilan, sel-sel otak anak sudah mulai berkembang. Perkembangan otak itu bukan hanya berasal dari pengaruh asupan gizi yang cukup dan lengkap, tetapi juga berasal dari stimulus-stimulus dari luar rahim. Para ahli juga menganjurkan agar seorang ibu disaat kehamilannya sering memberikan rangsangan berupa sentuhan-sentuhan, bercakap-cakap dengan bayi yang ada di rahim, serta di anjurkan juga untuk memberikan stimulus berupa mendengarkan musik-musik dan lantunan ayat-ayat suci al Qur’an. Orangtualah guru yang pertama dalam kehidupan mereka. Kita sebagai orangtua janganlah lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua! Kitalah sebagai orang tua yang bertanggung jawab penuh atas keberhasilan anak-anak kita. Mau dibawa kemana dan di jadikan apa anak-anak kita nanti, orangtualah yang sangat berperan. Sebagai orangtua janganlah  pula kita terlalu bersikap otoriter terhadap anak-anak kita. Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insya Allah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.

1.  Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai raja

Anak usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau Golden Age.  Anak pada usia ini akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat.  Percepatan tumbuh kembang ini bisa dirangsang dengan mainan.  Mainan akan sangat membantu agar anak menjadi anak yang cerdas. Rasulullah sendiri menganjurkan kepada kita untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak kita yang masih berusia dari 0 hingga 6 tahun.  Memanjakan, memberikan kasih sayang, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.

Zona merah: Jangan marah-marah! Jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya.

Jadikan anak merasa aman, merasa dilindungi dan nyaman bersama orangtua.  Ketika anak nakal maka janganlah membiasakan untuk dipukul supaya anak mau menurut.  Memukul ataupun memarahi anak pada usia ini bukanlah cara yang tepat.  Berikanlah kesempatan pada anak agar merasakan kebahagiaan yang berkualitas dimasa kecil.

2.  Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: Perlakukan anak sebagai tawanan perang/ pembantu

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”     (HR. Abu Dawud)

Perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini.  Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat 5 waktu. 

Pukullah anak ketika anak tidak mau mendirikan shalat.  Tapi bukan pukulan yang menyakitkan atau pukulan di kepalanya.  Atau kita bisa membuat sanksi-sanksi ketika anak melanggar, namun sanksi yang diberikan usahakan sesuai dengan kesepakatan antara anak dan orangtua.

Zona kuning: Zona hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, missal cuci piring, cuci baju, menyetrika. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya.

3.  Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat
Anak pada usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak.  Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak.  Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak.

Zona hijau: sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas mandiri dan menjadi duta keluarga.

Timbulkan rasa nyaman pada anak bahwa kita orangtua namun bisa bersikap seperti sahabat setia.  Sahabat setia yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati anak.
Masa ini adalah masa pubertas untuk anak-anak. 

http://www.ummi-online.com/tahapan-mendidik-anak-ala-rasulullah.html(15/03/2016)

Masalah seputar pengasuhan tidak hanya bersumber pada perilaku anak. Bahkan, perilaku orang tua yang memberi dosis cinta kasih terlalu secara tidak sadar membuat anak-anak menjadi manja dan tidak disiplin. Dalam hal ini, orang tua juga harus mampu bersikap tegas pada anak. Ada kalanya, orang tua pun harus melarang keinginan anak.
 

 

 

 

 

 

 

 

Pengunjung

Hari Ini21
Minggu Ini245
Bulan Ini21
Total68780

Visitor IP : 54.196.145.173 Visitor Info : Unknown - Unknown Sat 01 Oct 2016 20:16 Powered by CoalaWeb

Home

.:: Pendidikan Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Hari Kemaren ::.

Selamat Datang

Assalamualaikum Wr.Wb,

Dengan ditetapkannya Kab.HSU dalam status Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Denue (DBD) oleh Bupati Hulu Sungai Utara sehingga terbitnya surat edaran Bupati nomor 443.42/025/DINKES/2015 tentang Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Denue (DBD).

 

Maka perlu dilakukan antisipasi pencegahan dilingkungan sekolah yang Saudara(i) pimpin dengan melakukan kegiatan sebagai berikut:

1.    Melakukan kegiatan Jum’at bersih mulai tanggal 30 Januari 2015 dengan 3 M plus yaitu :

a)    Mengurastempat penampungan air seperti bak mandi, drum/tajau dll

b)    Menutuprapat-rapat penampungan air yg terbuka agar nyamuk Aedes Aegypti tdk dapat masuk dan bertelur

c)    Menguburbarang-barang bekas yg dapat menampung air seperti botol, kaleng, ban, kantong plastik disekitar sekolah.

2.    Menyemprot ruang kelas dengan cairan anti nyamuk serta menganjurkan kepada seluruh siswa untuk menggunakan lotion anti nyamuk sebelum berangkat sekolah, hal ini dikarenakan nyamuk Aedes Aegypti biasanya beroperasi diwaktu pagi dan sore hari hingga menjelang Maghrib.

Memberikan pemahaman kepada siswa tentang cara pencegahan dan bahaya yang ditimbulkan oleh nyamuk Aedes Aegypti

>>DOWNLOAD SURAT EDARAN<<

 

Pengumuman

Berita Utama

Aturan Pembagian Siswa SD Dalam Rombel

Menurut Peraturan tentang SPM Pendidikan disyaratkan bahwa "MAKSIMAL SISWA PER ROMBEL UNTUK SD ADALAH 32 SISWA DAN MINIMAL ADALAH 20 SISWA."

Untuk tingkat kelas yang berjumlah lebih besar dari 32 siswa tetapi kurang dari 40 siswamaka rombel itu masih terhitung pada "ROMBEL GEMUK" dan JANGAN COBA-COBA DIPECAH MENJADI DUA ROMBEL.

Jika siswanya kurang dari 40 siswadan tetap dipaksakan dibagi menjadi 2 rombel sehingga salah satu rombelnya ada yang siswanya kurang dari 20 siswa, maka kedua rombelnya akan dianggap ROMBEL TIDAK NORMAL, dan rombel tersebut akan dinyatakan tidak memenuhi syarat bagi guru yang mengajar dirombel tersebut untuk dapat menerima aneka tunjangan, baik TP ataupun TF.

Read more...

HSU PANEN GELAR PADA GEBYAR TIK 2014

Banjarmasin - Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Gebyar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2014 pada13 – 14 Agustus 2014 di LPMP Kal-Sel dan BP-PAUDNI Banjarbaru.  Ajang tahunan ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan TIK di sekolah sebagai sumber, sarana maupun penunjang dalam belajar-mengajar, juga untuk meningkatkan potensi guru dalam pengembangan metode belajar mengajar yang efektif dan efisien melalui pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan.

Ada beragam lomba yang diadakan pada gebyar TIK 2014 ini, diantaranya adalah kuis Ki Hajar (Kita Harus Belajar) yang diikuti beragam siswa sekolah hingga lomba Website Sekolah, Blog Guru serta lomba Media Pembelajaran (tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK).

Read more...

Siswa SMKN 2 Amuntai Juara II Kontes Mekanik Honda Tingkat Nasional

Radar Banjarmasin(26/6) – Prestasi Abdurrahman, siswa kelas XI SMKN 2 Amuntai memang patut diacungi jempol. Betapa tidak, remaja asal Amuntai ini sukses menggondol gelar juara kedua di ajang Honda Technical Contest for Technical High School 2013 yang dilaksanakan di Astra Honda Training Center (AHTC) Jakarta pada 19-21 Juni tadi. Kontes mekanik remaja yang digagas oleh Honda ini memang sangat bergengsi dan berskala nasional, karena diikuti lebih dari 1500 siswa dari 383 SMK di Indonesia.

Kepada Radar Banjarmasin, Abdurrahman mengaku prestasi ini tidak mungkin diraihnya tanpa bantuan dari Trio Motor (diler resmi motor Honda Kalselteng).

Read more...

Pentingnya Pendidikan Bagi Masyarakat

Amuntai-Media Kalimantan (24/06)- Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid menyatakan, wajib belajar 12 tahun dan pendidikan gratis tidak cukup bisa mencegah terjadinya siswa putus sekolah. Oleh karena itu, perlu dikawal dengan membentuk satuan tugas (satgas) pada Dinas Pendidikan yang melakukan pemantauan dan bimbingan siswa agar tidak putus sekolah.

Menurut Wahid, banyak faktor yang menyebabkan siswa putus sekolah, baik yang berasal dari siswa bersangkutan maupun orang tua siswa. “Penyebab siswa memutuskan untuk berhenti melanjutkan pendidikan, tidak selalu menyangkut faktor ekonomi, kadang budaya, sosial dan pandangan keluarga juga menjadi penyebabnya,” ujar Wahid.

Read more...

Email Resmi Khusus PNS

JAKARTA-Mulai tahun depan, untuk urusan kedinasan, semua PNS wajib menggunakan email khusus www.pnsmail.go.id dalam rangka menekan potensi kebocoran dokumen kedinasan. Setiap PNS bisa membuat 1 user dengan menggunakan nama asli, tidak boleh nama yang aneh-aneh. PNS dilarang menggunakan domain email seperti Google Mail, Yahoo Mail, dan sejenisnya untuk urusan kantor.

Terkait dengan upaya percepatan reformasi birokrasi sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar dalam melakukan urusan kedinasan dengan memanfaatkan media surat elektronik, menggunaan alamat email resmi pemerintah, yaitu yang menggunakan domain @pnsmail.go.Id atau yang dimiliki masing-masing pemerintah dengan alamat (nama instansi masing-masing).go.Id.

Read more...

Disdik HSU Umrohkan 1 Kepsek dan 2 Guru Berprestasi

RadarBanjar(13/6) - Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menunjukkan prestasinya dalam dunia pendidikan. Bagaimana tidak dari 10 guru dan 1 pengawas yang diikutkan dalam Lomba Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel yang diadakan Dinas Pendidikan Kalsel. HSU berhasil menyabet tiga kategori juara satu dan tiga kategori juara tiga.

Kadisdik HSU Drs Heri Priyanto mengatakan, ini sudah menjadi komitmen disdik akan memberikan reward kepada guru, kepsek dan pengawas pada lomba. "Kami memberikan reward kepada guru, kepsek dan pengawas yang berprestasi pada tingkat regional terlebih mewakili Kalsel ke kancah Nasional," kata Heri melalui sambungan telepon yang mengaku sedang berada di Banjarmasin Rabu (12/6).

Read more...

1 Kepsek dan 2 Guru HSU Wakili Prov Kalsel di Tingkat Nasional

BaritoPost(13/6)-Kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) seiring keberhasilan 3 orang gurunya meraih juara 1 dan 3 guru lainnya juara 3 dalam seleksi guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) HSU Drs. Hery Priyanto, M.Pd saat dikonfirmasi, Rabu(12/6) kemaren membenarkan keberhasilan 6 guru diinstansinya yang meraih juara dengan rincian 3 orang meraih juara 1 dan 3 orang lainnya juara 3.

Read more...

Pemilihan guru , kepala sekolah dan pengawas berprestasi tingkat kabupaten HSU tahun 2013

Sejak dari tanggal 27 sampai dengan tanggal 30 Mei 2013  berlangsung kegiatan pemilihan guru berrestasi , kepala sekolah berprestasi dan pengawas sekolah berprestasi tingkat kabupaten hulu sungai utara bertempat di Aula dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam kesempatan acara pembukaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara , Drs.Herry Priyanto,M.Pd., mengingatkan kepada seluruh guru bahwa pemilihan ini merupakan ajang  yang sangat penting dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi guru, sebagai upaya untuk menuju profesionalisme guru. Disamping itu kegiatan ini adalah sebagai bentuk penghargaan kepada guru-guru kita yang telah banyak berbuat dan berkarya dalam dunia pendidikan dan juga sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat guru.

Read more...

Terobosan Pencegahan Putus Sekolah

Bupati Hulu Sungai Utara Drs H Abduk Wahid menilai adanya kebijakan wajib belajar 12 tahun hingga pendidikan gratis saja tidak cukup untuk mencegah terjadinya siswa putus sekolah sehingga kebijakan ini perlu dikawal dengan membentuk satuan tugas di Dinas Pendidikan yang akan memantau dan membimbing siswa agar tidak putus sekolah. Hal ini dikatakan bupati saat menghadiri perpisahaan siswa Madrasyah Aliyah Bustabul Ulum Desa Rantau Karau Kecamatan Sungai Pandan Alabio, Kamis.

Read more...

Sang Juara Honda Technical Contest Tingkat Provinsi

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Drs H Abdul Wahid  menyerahkan tropi dan hadiah kepada Abdurrahman pelajar SMKN 2 Amuntai yang berhasil meraih Juara pertama pada event Honda Technical Contest tingkat Regional Kalimantan pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Halaman Kantor Pemkab, Rabu (3/5) yang bersangkutan akan mewakili Regional Kalimantan mengikuti ajang yang sama ke tingkat nasional di Jakarta pada Juni mendatang.

 

Read more...