Pojok DAPODIK

Pojok DAPODIKMEN

Opini

VIP-kan Guru-guru Kita!

Oleh: Anies Baswedan

Berapa jumlah guru yang masih hidup?” itu pertanyaan Kaisar Jepang sesudah bom atom dijatuhkan di tanah Jepang. Kisah itu beredar luas. Bisa jadi itu mitos, tetapi narasi itu punya konteks yang valid: pemimpin ”Negeri Sakura”

Read more...

Pengunjung

Hari Ini27
Minggu Ini27
Bulan Ini168
Total71047

Visitor IP : 54.163.94.5 Visitor Info : Unknown - Unknown Mon 05 Dec 2016 18:42 Powered by CoalaWeb

Home

.:: Pendidikan Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Hari Kemaren ::.

Selamat Datang

Assalamualaikum Wr.Wb,

Dengan ditetapkannya Kab.HSU dalam status Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Denue (DBD) oleh Bupati Hulu Sungai Utara sehingga terbitnya surat edaran Bupati nomor 443.42/025/DINKES/2015 tentang Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Denue (DBD).

 

Maka perlu dilakukan antisipasi pencegahan dilingkungan sekolah yang Saudara(i) pimpin dengan melakukan kegiatan sebagai berikut:

1.    Melakukan kegiatan Jum’at bersih mulai tanggal 30 Januari 2015 dengan 3 M plus yaitu :

a)    Mengurastempat penampungan air seperti bak mandi, drum/tajau dll

b)    Menutuprapat-rapat penampungan air yg terbuka agar nyamuk Aedes Aegypti tdk dapat masuk dan bertelur

c)    Menguburbarang-barang bekas yg dapat menampung air seperti botol, kaleng, ban, kantong plastik disekitar sekolah.

2.    Menyemprot ruang kelas dengan cairan anti nyamuk serta menganjurkan kepada seluruh siswa untuk menggunakan lotion anti nyamuk sebelum berangkat sekolah, hal ini dikarenakan nyamuk Aedes Aegypti biasanya beroperasi diwaktu pagi dan sore hari hingga menjelang Maghrib.

Memberikan pemahaman kepada siswa tentang cara pencegahan dan bahaya yang ditimbulkan oleh nyamuk Aedes Aegypti

>>DOWNLOAD SURAT EDARAN<<

 

Pengumuman

Berita Utama

Wacana moratorium Ujian Nasional menuai perdebatan

"Menyambut baik. Kenapa? Karena tidak semua alat pembelajaran yang tersedia, baik itu buku apalagi misalnya komputer, terpenuhi di daerah. Dengan diturunkannya (Ujian Nasional) ke tingkat provinsi, itu lebih bijak," Terus terang Ujian Nasional selama ini merupakan beban bagi siswa. "Untuk apa kita belajar tiga tahun tapi ditentukan empat hari itu saja? Ditiadakannya UN berarti tidak ada lagi bocoran-bocoran soal yang beredar. Kasihan yang belajar secara jujur,"

 

Kendala biaya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi mengusulkan tiga pilihan terkait Ujian Nasional, yakni penghapusan UN dari sistem pendidikan, penghentian sementara UN mulai 2017, atau tetap menjalankan UN dengan teknis pelaksanaan diserahkan kepada daerah.

Khusus untuk pilihan ketiga, UN untuk tingkat SMA sederajat diusulkan ditangani oleh pemerintah provinsi, sedangkan tingkat SD dan SMP sederajat ditangani pemerintah kabupaten/kota.

Bagaimanapun, dalam pesan teks dari Muhadjir kepada BBC Indonesia, ketiga pilihan itu masih harus dibahas dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

"Soal UN masih menunggu rapat kabinet terbatas. Harap sabar. Orang sabar itu dikasihi Tuhan," tulis Muhadjir.

Akan tetapi, jika UN disepakati untuk ditangguhkan mulai 2017 dan diserahkan kepada pemerintah daerah. "Moratorium pada 2017 terlalu mepet. Karena kami di daerah harus persiapan, menyusun soal, mencetak soal, mendistribusikan, dan lain-lain. Yang paling sulit adalah mengalokasikan anggaran, karena pada bulan November ini kami sudah selesai menyusun anggaran,"