Wednesday, October 16, 2019
Home > Uncategorized > Pedoman Implementasi Mutan/Mata Pelajaran Informatika

Pedoman Implementasi Mutan/Mata Pelajaran Informatika

Implementasi Muatan/mata pelajaran informatika pelu diberikan sejak dini dan berkesinambungan, serta terstuktur kepada peserta didik dari jenjang SD sampai SMA untuk siap menghadapi berbagai perubahan yang terjadi pada abad ke -21 dan era revolusi  Industri 4.0 yang tengah berlangsung pada dunia global termasuk di Indonesia saat ini. Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan telah melakukan pengembangan kurikulum muatan/mata pelajaran Informatika untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai muatan pembelajaran dan mata pelajaran pilihan.

 

Implementasi muata/mata pelajaran informatika diharapkan dapat dilakukan berdasarkan desain proses pembelajaran yang disusun sendiri secara kreatif oleh guru atau kelompok guru, dengan mempertimbangkan konteks lokal dan ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran. Model penyediaan bahan ajar dalam suatu repositori yang berupa bahan mentah¬†(raw meterial – belum langsung siap pakai dalam proses pembelajaran) merupakan model baru bagi guru. Dalam model ini, diperlukan guru yang mahir mengolah bahan baku pembelajaran menjadi bahan pembelajaran yang menarik, menantang, dan memberi hasil yang maksimal kepada peserta didik. Dalam hal ini, guru berperan sebagai “juru masak” yang mengolah bahan baku atas dasar resep yang mereka buat sendiri, bukan mengolah bahan baku mengikuti resep juru masak lain.

 

Untuk saling mendunkung satu dengan yang lainnya dengan kekuatan dan keahlian masing-masing individu, guru yang tergabung dalam komunitas KKG dan MGMP Informatika perlu bekerjasama dalam menyusun perencanaan implementasi muatan/mata pelajaran Informatika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.